Pantun Akhiran U Lengkap
Friday, 4 December 2015
Pantun dikenal luas oleh berbagai lapisan masyarakat dengan ciri khasnya yang unik dan menarik untuk dibaca dan didengarkan. Banyak hal-hal tak terduga dalam isi sebuah pantun. Bahkan dalam kultur masyarakat Betawi, pantun menjadi ciri khas dalam pembukaan palang pintu ketika ada mempelai pria yang akan menikahi mempelai wanita.
Jika kamu merasa kesulitan dalam membuat pantun karena kurangnya perbendaharaan kata, maka mulailah dengan mencari kata-kata yang berakhiran huruf sama. Karena yang namanya pantun pasti diakhiri dengan pemakaian huruf vokal atau perpaduan vokal dengan konsonan yang sama.
Nah, bagi kamu yang sedang mencari referensi tentang pembuatan pantun yang berakhiran huruf sama, saya telah tuliskan beberapa contohnya di bawah. Dalam pembuatannya kamu bisa mengumpulkan kosakata yang berakhiran sama, dengan membaca kumpulan kosakata dengan akhiran sama.
Baru kemarin beli mobil baru
Tapi sudah masuk ICU
Sungguh indah paras wajahmu
Membuatku siap melamarmu
Jual sayur di pasar Minggu
Pulangnya jam satu
Hai kamu jangan sok tahu
Aku cantik memang dari keturunan Ratu
Kampung Rambutan Kampung Melayu
Indahnya di Jakarta tempo dulu
Kalau memang kamu Ratu
Kenapa sok belagu?
Rambut hitam banyak kutu
Bersihinnya pakai palu
Jujur sekarang aku malu
Galau aku tanpamu
Paling enak makan tahu
Makannya pakai garpu
Jangan hina wajah aku
Begini juga ciptaan Yang Maha Tahu
Ke tepi sungai melempar batu
Tak terbatas cepat melaju
Dari awal aku merasa ragu
Ternyata kamu memang pencemburu
Masak sayur pakai bumbu
Setelah matang jadi satu
Selalu sendiri di malam Minggu
Tak apa asal nafas masih menderu
Bangun rumah dari bambu
Jadinya tidak bermutu
Kalau kamu perhatian padaku
Ingatakan tentang makan selalu
Permainan yang paling seru
Salah satunya adalah lempar batu
Aku sudah datangi bapak penghulu
Untuk membuktikan cintaku padamu
Jalan-jalan kompak beregu
Kelilingi naik mobil baru
Bersihkan mobil dari debu
Agar tak ada lagi kisah pilu
Makan roti hari Sabtu
Kenyangnya hari Minggu
Sungguh ingin aku mengadu
Hati ini lelah karenamu
Pegang jendela samping pintu
Sambil makan bebek betutu
Sabar hati lama menunggu
Tak mengapa demi kamu
Di sekolah belajar malu
Di rumah belajar wudhu
Sholat fardhu lima waktu
Itu hukumnya wajib tahu
Sarapan pagi minumnya susu
Makan siang haus melulu
Kalau mau menikah denganku
Bawa mahar sejuta dahulu
Ke tepi sungai melempar batu
Tak terbatas cepat melaju
Dari awal aku merasa ragu
Ternyata kamu memang pencemburu
Masak sayur pakai bumbu
Setelah matang jadi satu
Selalu sendiri di malam Minggu
Tak apa asal nafas masih menderu
Bangun rumah dari bambu
Jadinya tidak bermutu
Kalau kamu perhatian padaku
Ingatakan tentang makan selalu
Baca juga: Pantun Akhiran I
Permainan yang paling seru
Salah satunya adalah lempar batu
Aku sudah datangi bapak penghulu
Untuk membuktikan cintaku padamu
Jalan-jalan kompak beregu
Kelilingi naik mobil baru
Bersihkan mobil dari debu
Agar tak ada lagi kisah pilu
Makan roti hari Sabtu
Kenyangnya hari Minggu
Sungguh ingin aku mengadu
Hati ini lelah karenamu
Pegang jendela samping pintu
Sambil makan bebek betutu
Sabar hati lama menunggu
Tak mengapa demi kamu
Di sekolah belajar malu
Di rumah belajar wudhu
Sholat fardhu lima waktu
Itu hukumnya wajib tahu
Sarapan pagi minumnya susu
Makan siang haus melulu
Kalau mau menikah denganku
Bawa mahar sejuta dahulu
Bagaiman guys, masih kurang banyak contoh pantunnya? Tenang... nanti bakalan kami update kok. Contoh pantun akhiran u ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Jika ada yang mau menambahkan dengan senang hati, silakan tambahkan di kolom komentar.
Mau puisi atau karya sastra kamu di tampilkan di situs ini? Silakan kirim karya kamu dengan klik >> KIRIM KARYAMU. Tulisan tentang Pantun Akhiran U Lengkap ini, mudah-mudahan bisa memberi inspirasi bagi kamu semua.
loading...